3 Januari: Tentang Bertambah Usia dan Menemukan Makna di Balik Angka
Ada satu tanggal yang setiap tahun selalu mengingatkan saya bahwa waktu terus berjalan: 3 Januari.
Bagi orang lain, mungkin tanggal ini hanyalah hari ketiga setelah pergantian tahun. Namun bagi saya, 3 Januari adalah hari ulang tahun—sebuah penanda bahwa satu bagian perjalanan telah dilewati dan bagian berikutnya sedang dimulai.
Dulu, ulang tahun mungkin lebih mudah dimaknai sebagai bertambahnya angka usia. Namun semakin perjalanan hidup bertambah panjang, saya mulai melihatnya dengan cara yang sedikit berbeda.
Bertambah usia ternyata bukan hanya tentang menjadi semakin tua, tetapi juga tentang menyadari bahwa waktu yang kita miliki terus berkurang.
Kesadaran itu membuat saya ingin berhenti sejenak. Bukan untuk menghitung seberapa banyak yang sudah saya miliki, tetapi untuk melihat kembali apa saja yang telah saya jalani dan apa yang saya pelajari darinya.
Melihat Kembali Diri yang Kemarin
Ketika melihat ke belakang, tentu tidak semua perjalanan berjalan seperti yang pernah saya harapkan.
Ada keputusan yang mungkin kurang tepat. Ada kesempatan yang terlewat. Ada rencana yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ada pula pengalaman yang dahulu terasa berat, tetapi setelah waktu berlalu justru memberikan pelajaran tersendiri.
Saya pun menyadari bahwa diri saya hari ini terbentuk dari semua itu.
Bukan hanya dari keberhasilan, tetapi juga dari kesalahan, keraguan, kegagalan, pertemuan, kehilangan, kebahagiaan, dan berbagai kejadian sederhana yang pernah saya alami.
Semuanya menjadi bagian dari perjalanan.
Karena itu, saya tidak ingin terlalu sibuk menyesali diri yang kemarin. Apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang. Yang masih bisa saya lakukan adalah belajar darinya dan mencoba menjalani hari ini dengan lebih baik.
Ternyata Saya Masih Banyak Belajar
Semakin bertambah usia, saya justru semakin menyadari bahwa masih banyak hal yang belum saya pahami.
Saya masih belajar menjadi lebih sabar ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan. Masih belajar mengendalikan diri ketika keadaan tidak menyenangkan. Masih belajar memahami orang lain, keluarga, pekerjaan, dan bahkan memahami diri sendiri.
Termasuk belajar menerima bahwa tidak semua hal dalam kehidupan berada dalam kendali saya.
Ada banyak hal yang bisa direncanakan dan diperjuangkan. Tetapi pada akhirnya, hasil tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Di situlah saya merasa perjalanan hidup perlahan mengajarkan tentang batas diri.
Kita berusaha, membuat rencana, mengambil keputusan, dan menjalankan bagian yang mampu kita lakukan. Namun ada titik ketika kita harus belajar menerima, berserah, dan menyadari bahwa ada kehendak Allah yang berada di atas rencana manusia.
Mungkin saya belum selalu mampu menjalani kesadaran itu dengan baik. Ada kalanya masih khawatir, kecewa, takut, atau terlalu memikirkan sesuatu.
Tetapi bukankah hidup memang sebuah proses belajar?
Ketika lupa, belajar mengingat kembali. Ketika salah, belajar memperbaiki. Ketika jatuh, belajar bangkit. Dan ketika hati terlalu ramai oleh urusan dunia, belajar kembali kepada-Nya.
Tidak Banyak Resolusi, Hanya Ingin Terus Bertumbuh
Memasuki lembaran berikutnya, saya tidak ingin membuat terlalu banyak janji kepada diri sendiri.
Saya juga tidak tahu seperti apa perjalanan yang akan saya hadapi nanti.
Saya hanya berharap masih diberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, menjaga apa yang telah dititipkan, lebih menghargai waktu bersama keluarga, menjaga kesehatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan terus belajar dari kehidupan.
Termasuk terus menulis.
Karena melalui tulisan, saya bisa kembali melihat jejak-jejak kecil yang pernah saya lalui. Sesuatu yang hari ini terasa biasa mungkin beberapa tahun kemudian menjadi kenangan yang sangat berarti.
Dan mungkin itulah salah satu alasan Catatan Maghfur tetap ingin saya isi.
Bukan karena hidup saya selalu memiliki cerita yang luar biasa, tetapi karena saya percaya bahwa hal-hal sederhana pun bisa memiliki makna ketika kita mau berhenti sejenak dan merenungkannya.
3 Januari, Sebuah Pengingat
Hari ulang tahun akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya satu angka.
Bagi saya, tanggal ini menjadi kesempatan untuk mengingat bahwa waktu terus berjalan dan perjalanan hidup suatu saat akan sampai pada akhirnya.
Karena itu, selama masih diberi kesempatan menjalani hari-hari berikutnya, saya ingin terus belajar.
Belajar menjadi manusia yang lebih baik.
Belajar lebih menghargai orang-orang yang hadir dalam kehidupan saya.
Belajar menerima apa yang tidak bisa saya kendalikan.
Belajar mensyukuri apa yang sudah diberikan.
Dan yang paling penting, belajar menyadari bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang bagaimana saya menjalani peran yang Allah titipkan selama masih diberi waktu.
Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada perjalanan berikutnya.
Tetapi hari ini saya ingin mensyukuri satu hal sederhana:
Saya masih diberi kesempatan untuk menjalani, belajar, memperbaiki diri, dan bertumbuh.
Dan semua perjalanan itu ingin saya simpan di sini.
Menulis apa yang dijalani, memaknai apa yang terjadi.
Catatan kecil tentang kehidupan, pengalaman, perjalanan, dan berbagai hal yang mengajarkan saya untuk terus belajar dan bertumbuh.
Wallahu a'lam bish-shawab.
