Pernahkah kalian merasa sudah belajar ilmu hakikat, sudah paham bahwa di dunia ini sejatinya adam (tiada) dan hanya Dia yang Wujud, tapi begitu sendirian di kegelapan malam, bulu kuduk tetap merinding?
Jujur, saya pun merasakannya. Sebagai orang yang bekerja di shift malam (jam 00.00 - 07.00), sunyinya malam seringkali memancing imajinasi tentang hal-hal ghaib—jin, hantu, dan sejenisnya. Padahal, akal sehat dan ilmu Tauhid yang sedang saya pelajari dengan tegas mengatakan: Semua itu makhluk, sama-sama tiada tanpa peran-Nya.
Lalu, kenapa rasa takut itu masih ada? Apakah Tauhid saya belum mantap?
Takut Itu Manusiawi, Tauhid Itu Pondasi
Ternyata, rasa takut adalah respon alami tubuh (insting bertahan hidup). Sejak kecil, banyak dari kita sudah "terprogram" untuk takut pada kegelapan. Ilmu Tauhid bukan hadir untuk mengubah kita menjadi robot yang tidak punya rasa, melainkan untuk membimbing kita bagaimana merespon rasa tersebut.
Saat rasa takut muncul, di situlah ujian praktis ilmu kita:
- Menyadari bahwa rasa takut itu pun "peran" dari-Nya. Sama seperti rasa lapar atau bahagia, takut adalah bagian dari skenario-Nya untuk membuat kita terus bersandar.
- Memahami dimensi yang berbeda. Makhluk ghaib memang ada, tapi mereka tidak punya daya untuk menyakiti tanpa izin-Nya. Mereka adalah sesama makhluk yang juga butuh "Wujud" dari Sang Pencipta.
- Menjadi Saksi. Saat merinding, cobalah untuk tidak panik. Amati rasa merinding itu, dan sadari: "Inilah keagungan-Mu, Engkau ciptakan rasa ini, dan Engkau pula yang menjaga keselamatanku."
Tujuan "Penampakan"
Banyak teman bercerita tentang suara atau wujud yang menampakkan diri. Dalam kacamata Tauhid, jika pun itu benar terjadi, tujuannya bukan untuk mencelakai, melainkan mungkin hanya gesekan energi antar dimensi—atau bahkan sebagai pengingat agar kita segera kembali menyebut nama-Nya.
Bagi saya, setiap malam di dapur pengolahan adalah ruang kelas untuk mempraktikkan Ihsan. Bekerja sambil menyadari bahwa dalam setiap gerak tangan dan setiap getar hati yang was-was, hanya Dia yang sebenarnya berperan.
Jangan benci rasa takutmu, tapi ajaklah rasa takut itu untuk bersama-sama tunduk kepada-Nya.
#Tauhid #Ihsan #Spiritualitas #CatatanMalam #CahMaghfur #BelajarTauhid #SelfReflection #HantuDanTauhid #Hakikat
