Melihat Sang Dalang: Mengupas Rahasia di Balik Skenario Kehidupan

 


Pernahkah kita merasa lelah mengejar dunia yang tak kunjung usai? Di antara hiruk-pikuk pekerjaan, urusan ekonomi, hingga jarak yang memisahkan kita dengan orang tercinta, seringkali hati kita merasa buta. Padahal, kuncinya bukan pada seberapa keras kita berpikir, melainkan seberapa dalam kita merasakan.

​Surga dan Neraka yang "Kini"

​Banyak yang mengira surga dan neraka hanyalah soal nanti, setelah kiamat tiba. Namun, jika kita menyelami lebih dalam, akhirat sebenarnya bisa kita masuki sekarang juga. Saat hati kita tersambung dengan Sang Pencipta dalam setiap detak jantung, itulah "surga" ketenangan. Sebaliknya, saat hati kita buta dan jauh dari-Nya, kita sebenarnya sedang berada dalam "neraka" kegelisahan—meski kaki masih berpijak di bumi.

​Makhluk itu "Adam" (Tiada)

​Satu hal yang sering kita lupakan: hanya Allah yang Maha Kekal. Segala sesuatu selain Dia adalah makhluk yang bersifat adam (tiada/fana). Surga, neraka, bahkan diri kita sendiri sebenarnya tidak memiliki kuasa apa-apa. Kita semua hanyalah "peran" yang digerakkan oleh kehendak-Nya yang mutlak.

​Saat saya bekerja di dapur, mengantar paket, atau menjual gas, saya mulai menyadari bahwa bukan tangan saya yang bergerak, bukan otak saya yang mengatur rezeki. Semuanya adalah peran-Nya. Bahkan keinginan kita untuk berkehendak pun, sejatinya kita tidak mampu tanpa izin-Nya.

​Beragama dengan Rasa, Bukan Hanya Akal

​Jika kita hanya menggunakan akal untuk memahami Tuhan, kita akan sering terbentur dan lelah. Akal akan terus bertanya "mengapa" saat ujian datang. Namun, dengan Rasa (Dzauq), semuanya menjadi berbeda.

​Saat istri marah, saat pelanggan sepi, atau saat rindu melanda karena jarak Blitar-Hong Kong, rasa itu berbisik: "Ini adalah peran-Nya. Ini adalah cara-Nya menyapa." Hasilnya? Hidup terasa lebih santai dan tenang. Kita tetap berusaha karena jasad masih butuh makan, namun batin kita sudah bersandar pada kursi keikhlasan.

​Mari kita terus melatih "Mata Hati" agar tidak buta. Karena siapa yang buta di dunia ini terhadap kehadiran-Nya, maka di akhirat pun ia akan tetap buta.

#Tauhid #Tasawuf #CahMaghfur #SirurAsror #CatatanBatin #NgajiRasa #KetentramanHati #Makrifatullah