Catatan, cerita & gagasanMari terhubung ↗
Catatan Maghfur
✕
Refleksi Diri Catatan Harian Perjalanan Hidup Opini & Pikiran Keluarga & Sesama

Tulisan terbaru

Tidak Banyak Bicara, Bukan Berarti Tidak Punya Cerita



Ada masa ketika saya merasa kurang dibandingkan orang lain.

Saya bukan orang yang mudah bergaul. Teman saya tidak terlalu banyak. Saya juga tidak selalu bisa berbicara dengan lancar, terutama ketika harus menyampaikan sesuatu yang sebenarnya ada di dalam pikiran.

Sering kali ada banyak hal yang ingin saya ceritakan, tetapi kata-katanya tidak kunjung tersusun dengan baik.

Akhirnya, saya lebih sering diam.

Dulu, mungkin saya menganggap diam sebagai kekurangan. Seolah-olah seseorang harus pandai berbicara, mudah bergaul, dan cepat akrab agar bisa dianggap mampu berkomunikasi dengan baik.

Namun, semakin saya mengenal diri sendiri, saya mulai melihatnya dengan cara yang berbeda.

Tidak banyak bicara bukan berarti tidak punya cerita.

Saya Lebih Sering Mengamati

Saya mungkin tidak selalu menjadi orang yang paling banyak bicara ketika berada di tengah keramaian.

Tetapi saya cukup sering memperhatikan.

Saya memperhatikan percakapan, suasana, ekspresi seseorang, perjalanan yang saya lalui, atau kejadian sederhana yang mungkin bagi orang lain tidak terlalu berarti.

Dari hal-hal kecil seperti itu, sering muncul pertanyaan dan renungan di dalam diri.

Kadang baru setelah semuanya selesai, saya bisa memahami apa yang sebenarnya saya pikirkan.

Mungkin karena itu saya lebih nyaman menulis.

Ada waktu untuk berhenti.

Ada waktu untuk menyusun pikiran.

Ada kesempatan untuk memilih kata yang benar-benar ingin saya sampaikan.

Tulisan menjadi salah satu cara saya berbicara ketika kata-kata sulit keluar secara langsung.

Belajar Memahami Diri Sendiri

Saya mulai memahami bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menjalani kehidupan.

Ada yang mudah bercerita.

Ada yang senang berada di tengah banyak orang.

Ada yang cepat mengambil keputusan.

Ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir dan memahami sesuatu.

Saya mungkin termasuk yang terakhir.

Dan saya masih belajar menerima hal itu tanpa harus terus membandingkan diri dengan orang lain.

Bukan berarti saya tidak ingin berkembang.

Justru sebaliknya.

Saya ingin belajar berbicara lebih baik, lebih berani menyampaikan pendapat, dan lebih terbuka ketika memang ada sesuatu yang perlu disampaikan.

Tetapi saya juga tidak ingin memaksa diri menjadi orang lain.

Berkembang bukan berarti harus berubah menjadi pribadi yang sama sekali berbeda.

Mungkin cukup dengan menjadi diri sendiri yang sedikit lebih baik dari sebelumnya.

Dari Diam, Saya Belajar

Belakangan ini saya juga mulai mencoba untuk tidak terlalu memandang diam sebagai sesuatu yang negatif.

Diam memberi saya kesempatan untuk mendengarkan.

Diam membuat saya lebih banyak mengamati.

Dan dari mengamati, terkadang saya menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak saya sadari.

Tentu saja, diam juga tidak selalu benar.

Ada saatnya kita perlu berbicara.

Ada saatnya pendapat perlu disampaikan.

Ada saatnya kita harus berani mengatakan apa yang kita rasakan.

Karena itu, mungkin yang sedang saya pelajari bukan sekadar bagaimana menjadi lebih banyak bicara, tetapi bagaimana menemukan keseimbangan antara diam, mendengarkan, dan berbicara ketika memang diperlukan.

Saya Masih Belajar

Saya tidak ingin menjadikan sifat introvert sebagai alasan untuk berhenti berkembang.

Saya tetap ingin belajar berkomunikasi.

Saya ingin lebih berani berbicara, termasuk mencoba menyampaikan pikiran melalui tulisan, suara, dan perlahan-lahan melalui berbagai bentuk komunikasi lainnya.

Mungkin hasilnya belum sempurna.

Tidak apa-apa.

Saya masih belajar.

Dan mungkin, tulisan ini sendiri adalah salah satu bentuk latihan itu.

Dari sesuatu yang selama ini lebih banyak saya simpan di dalam pikiran, kemudian saya coba susun menjadi kata-kata agar bisa dibaca oleh orang lain.

Pada akhirnya saya menyadari satu hal sederhana:

Kita tidak harus menjadi orang yang paling banyak bicara untuk memiliki sesuatu yang berarti untuk disampaikan.

Setiap orang punya cerita.

Ada yang menceritakannya melalui percakapan.

Ada yang melalui tindakan.

Ada yang melalui karya.

Dan mungkin, saya memilih untuk menyimpan sebagian perjalanan itu melalui tulisan.

Karena bagi saya:

Menulis apa yang dijalani, memaknai apa yang terjadi.

Catatan kecil tentang kehidupan, pengalaman, perjalanan, dan berbagai hal yang mengajarkan saya untuk terus belajar dan bertumbuh.